SLEMAN – NARASIDESA.COM | Obyek wisata Kaliurang yang berada Daerah Istimewa Yogyakarta sisi utara, sudah banyak dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini wajar, karena obyek wisata tersebut memiliki pemandangan yang indah, udaranya sejuk, akses jalan yang baik, dan banyak tempat wisata kuliner menuju ke lokasi. Siapapun yang ingin mendekati Gunung Merapi dari Yogyakarta, mesti akan menuju Kaliurang. Sementara itu, lokasi Kaliurang termasuk wilayah Desa Hargobinangun. Maka tidak mengherankan jika perekonomian warga desa tersebut semakin meningkat seiring jumlah wisatawan yang meningkat ke obyek wisata tersebut. Pun dengan banyak bermunculannya tempat-tempat penginapan, tempat wisata kuliner dan berkembangnya puluhan UMKM yang ada di desa tersebut.

Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan Koperasi dan UKM Dinkop UKM DIY, Wisnu Harmawan, mengatakan bahwa memang ada kampanye program Desa Preneur yang awalnya menyasar desa-desa miskin, tetapi dalam perkembangannya Desa Preneur dijalankan untuk desa budaya.

“Akan halnya Desa Hargobinangun yang merupakan rintisan desa mandiri budaya kami berharap terus berkembang sehingga menjadi Desa Preneur. Hal ini akan terwujud tentunya dengan melihat adanya potensi ekosistem, BUMDes, UMKM, dan para pelaku usaha di sini. Dalam setahun ini kami ingin melihat hasilnya setelah konsep Desa Preneur Geriloji ini dijalankan oleh Tim Narasi Desa,” ujarnya, dalam acara FGD Inisiasi Embrio Desa Preneur Geriloji 2021 di Balai Desa Hargobinangun pada hari Jumat (24/09/2021).

Dalam acara yang diinisiasi oleh Dinkop dan UKM DIY dan narasidesa.com tersebut ia menambahkan bahwa saat ini eranya bukan kompetisi tapi kolaborasi.

“Kami punya program Sibakul dan Free Ongkir yang bekerjasama dengan PT Pos. Silakan dimanfaatkan,” pungkasynya dihadapan puluhan pelaku UMKM Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem.

Kepala Desa (Lurah) Desa Hargobinganun, Amin Sarjito, mengakui bahwa memang jika dengan analisis SWOT, kekuatan atau keunggulan wilayahnya sudah ada semua, hanya saja kelemahannya adalah masih berjalan sendiri-sendiri.

“Kelemahan para pelaku UMKM di sini dalam hal pemasaran dan kami juga belum mempunyai display UMKM. Ke depan akan kami bangun untuk membangkitkan UMKM pasca pandemi. Kami harapkan kita di sini adanya kolaborasi agar UMKM di Hargobinangun benar-benar maju dan menyejahterakan warga semuanya,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Umum Narasi Desa, Cahyadi Joko Sukmono, mengatakan bahwa FGD ini sebagai langkah awal menuju kolaborasi.

“Adapun konsep Geriloji sendiri mengajak kita semua untuk mengoptimalkan apa yang sudah dihamparkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa agar manusia mencapai kesejahteraan. Jika kita hanya tidur-tiduran ya rejekinya hanya menggantung di langit,” kelakarnya.

Desa Hargobinangun merupakan desa terluas di Kecamatan Pakem, dengan luas 14,30 km2 (32,62 % dari luas keseluruhan Kecamatan Pakem). Penggunaan tanah terbesar adalah untuk persawahan. Hal ini didukung oleh ketersediaan air yang melimpah dari beberapa sungai yang melintasi desa dan beberapa mata air dari Gunung Merapi. Tanah persawahan yang ada di Kecamatan Pakem sebagian besar dimanfaatkan untuk budidaya hortikultura, karena cuaca yang mendukung.

Kondisi tanah vulkanik menjadikan kawasan Hargobinangun menjadi daerah yang subur. Selain itu juga ditunjang dengan kondisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Merapi menjadikan sebagian kawasan Hargobinangun sebelah utara termasuk Kaliurang menjadi destinasi wisata unggulan.

Di Desa Hargobingun terdapat beberapa kawasan wisata yang menjadi pusat perdagangan dan jasa. Di antaranya kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Tlogo Putri, Museum Gunung Merapi dan Taman Wisata Kaliurang.
Dari 12 pedukuhan di Hargobinangun, Pedukuhan Kaliurang Barat merupakan salah satu Pedukuhan yang merupakan daerah tertinggi di wilayah Desa Hargobinangun. Budidaya tanaman yang terdapat di Pedukuhan Kaliurang Barat cukup berragam seperti alpukat, kelengkeng, Palawija, Bunga Krisan, aneka sayuran dan lainnya.
Sementara dalam hal peternakan yang ada di Pedukuhan Kaliurang Barat terdapat peternakan sapi, ayam, kambing dan lainnya.

Usai acara berlangsung, seluruh peserta sepakat akan berkolaborasi dan membentuk Forum Komunikasi (Forkom) demi kebersamaan, kemajuan dan kesejahteraan warga Desa Hargobinangun, khususnya mereka para pelaku UMKM setempat.

Salah seorang Pemilik UKM snack, Nurida Royani, yang memproduksi anek kripik seperti kentang jamur dan kentang, mengakui terkendala sistem konsinyasi yang diterapkan oleh beberapa swalayan dan toko oleh-oleh yang dititipi produknya. Hal ini juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya yang juga ikut merasakan dampak negatif dari sistem tersebut yang berakibat pada permodalan.

Menanggapi hal tersebut, Agung W, dari Desa Digital PT KSP Ponggok Klaten, mengatakan sudah saatnya antar pelaku UMKM menggalang dana untuk membentuk sebuah koperasi.

“Tidak perlu terlalu besar, seperti pengalaman kami, misalnya setiap pelaku UMKM di sini iuran satu juta rupiah saja untuk membentuk koperasi. Nantinya Koperasi tersebutlah yang membeli produk Bapak-Ibu di sini, selanjutnya dari Koperasi baru dijual keluar. Koperasi juga akan lebih leluasa dalam memasarkan produk Anda semua,” terangnya.

Acara yang berlangsung akrab dan penuh semangat ini dihadiri oleh perwakilan dari FP UPN, LPPM UAD, Bumdes PT KSP Ponggok Klaten, BerDigital.id, Garda Transfumi, TK Hargobinangun, KWT Puspita, KWT Kebun Sayur, dan KWT Srikandi. Sementara itu UMKM yang hadir dari Boga Sembada, Griya Limasan, Cemilan nDeso, UKM Berlian Snack, UKM abon ayam, UKM makanan kecil, Sentra Jadah Tempe dengan anggota sebanyak 70 pedagang, UKM Catering, UKM jamur, Gapoktan Petani Cabai, UKM Zahra Snack, UKM Pawon Amri/Akar Tahu, UKM Batik Tulis dan UKM Air Mineral. (nch)

Leave a Reply

Your email address will not be published.