JAKARTA | NARASIDESA.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan meminta pembangunan hotel di destinasi wisata distop dulu. Hal ini menyikapi rencana strategi baru pengembangan pariwisata Indonesia dengan adanya pandemi dan berbagai dampaknya.

Pariwisata merupakan industri yang paling terpukul dengan kejadian pandemi covid-19. Akomodasi perhotelan yang biasanya digunakan oleh wisatawan mancanegara menjadi lesu dikarenakan menurunnya jumlah wisatawan baik karena ketakutan publik maupun karena kebijakan pembatasan yang dijalankan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus.

Luhut Pandjaitan memperkirakan pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara akan berlangsung lebih lama ketimbang pemulihan kunjungan wisatawan domestik. Pemerintah juga masih fokus mempersiapkan pemulihan pariwisata untuk mendorong kunjungan wisatawan domestik.

“Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu, pembangunan pada 5 DPSP harus dipercepat sehingga ketika¬†pariwisata¬†kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas,” imbuh Luhut dalam video rapat koordinasi bersama kementerian terkait pada Jumat, 8 Januari 2021

“Makanya saya pikir, pembangunan hotel mungkin diminimumkan saja, Pak Sandiaga Uno,” lanjut Luhut ditunjukan kepada Menteri Pariwisata yang baru Sandiaga S. Uno.

Luhut menuturkan, pandemi Corona menyebabkan tren pergeseran perjalanan wisata ke destinasi luar ruang, aktivitas luar ruang, dan olahraga. Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mendorong agar kampanye Bangga Berwisata di Indonesia semakin digencarkan.

“Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” lanjut Menko Luhut.

Dalam rapat koordinasi virtual tersebut, hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. Luhut Pandjaitan menyampaikan strategi baru untuk menggaet kunjungan wisatawan domestik. Caranya, memperbaiki kualitas di destinasi wisata yang ada.

Yang dimaksud dengan perbaikan kualitas, menurut Luhut, bukan hanya membenahi fasilitas, melainkan sampai pelibatan usaha mikro kecil menengah atau UMKM dalam meningkatkan mutu kerajinan, seperti suvenir. Luhut juga meminta agar menambah alokasi anggaran untuk mendukung perbaikan kualitas pariwisata di lima destinasi wisata super-prioritas.

Hal-hal yang semula dianggap remeh, seperti kebersihan dan kelayakan toilet, menurut Luhut Pandajaitan, perlu diperhatikan oleh pengelola destinasi wisata. “Soal-soal kecil seperti WC perlu diperbaiki sehingga ketika orang tidak kapok ketika datang ke destinasi wisata itu,” ucapnya.

Menurut Menko Luhut, pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan berlangsung lebih lama dibanding pemulihan kunjungan wisatawan domestik. Maka, selama itu pula pemerintah akan fokus melakukan persiapan pemulihan pariwisata, sekaligus mendorong kunjungan wisatawan domesti

Kendati pembangunan hotel untuk wisatawan dikurangi, Menko Luhut meminta agar spot-spot turis bisa terus diperbaiki kualitasnya. Seiring dengan perbaikan spot turis, ia juga meminta agar ada perbaikan kualitas souvenir wisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat.

“Tapi spot-spot turisnya yang kita perbaiki dengan kualitas di tempat pariwisata itu, seperti masalah souvenir, kemudian juga buatan-buatan dalam negeri, UMKM-nya tapi dengan kualitas yang bagus. Itu saya kira yang perlu jadi perhatian kita,” imbuh Menko Luhut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *