Lomba Seni Tari Siswa TK Se-Kabupaten Sleman, Tumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini

Bynch

30 January 2024

Sleman – Narasidesa.com |  Ratusan peserta didik Taman Kanak-kanak Se-Kabupaten Sleman tampil memukau mementaskan beragam tarian dalam satu panggung di Dusun Klidon Mantren, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik. Selain sebagai wujud pelestarian seni dan budaya, kegiatan yang digelar ini menjadi salah satu agenda rutin tahunan memperingati berdirinya SD Muhammadiyah I Ngaglik atau Musanga yang kali ini memasuki usia sewindu atau tahun ke-8.

Pementasan aneka jenis tarian ditampilkan mulai dari tari tradisional hingga tari kreasi yang dibawakan oleh para siswa dengan penuh semangat. Dengan gerakan yang enerjik, mereka menampilkan berbagai gerakan tari, mulai dari tari bathok, tari bebek sampai jathilan yang identik dengan kuda lumpingnya, ditampilkan dalam satu panggung peringatan sewindu atau 8 tahun berdirinya SD Muhammadiyah I Ngaglik atau Musanga.

Gerakan tari mulai dari pergelangan tangan, kaki dan hentakan yang dipadukan dengan aneka kostum yang dikenakan ditampilkan secara bergiliran oleh setiap peserta yang berjumlah 25 kelompok dengan jumlah peserta mencapai 400 anak dari Taman Kanak-kanak. Dengan tema tahun ini “Musanga Menjaga Budaya”, para penampil sangat lincah menari yang diiringi musik dan gamelan.

Kepala SD Muhammadiyah I ngaglik, Ari Wibowo, menjelaskan,  tema yang diangkat selaras dengan program Lembaga Seni dan Budaya di Organisasi Muhammadiyah. Harapannya para peserta didik tidak melupakan sejarah budaya karena Indonesia merupakan negara berbudaya.

“Banyak manfaat yang dapat diambil dari pementasan seni dan budaya kali ini, baik untuk guru, wali murid maupun peserta didik. Karena selain bentuk pelestarian seni dan budaya, juga berguna untuk menumbuhkan budi pekerti, termasuk rasa handarbeni atau rasa memiliki dengan penuh tanggung-jawab”, ujar Ari Wibowo saat ditemui di lokasi acara.

Selama ini, dengan diajarkannya kesenian tari di tingkat Sekolah Dasar, termasuk di SD Muhammadiyah I Ngaglik menjadi upaya melestarikan kesenian tradisional tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat Islam, misalnya dengan mengenakan pakaian yang tertutup untuk anak perempuan. Selain pementasan seni dan budaya, kegiatan yang lain juga diselenggarakan seperti lomba mewarnai dan jalan sehat. Warga sekitar, para pelaku UMKM dan para wali murid pun dilibatkan dalam kegiatan ini, dengan memperbolehkan mereka berjualan aneka produk usahanya, sehingga diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. (nch)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *