Oleh : CAHYADI JOKO SUKMONO


Geriloji merupakan akronim atau kependekan dari Gemah Ripah Loh Jinawi, salah satu sesanti atau falsafah yang sudah menjadi pegangan hidup manusia Jawa turun temurun sejak dulu. Orang mungkin sudah sering mendengar istilah atau rangkaian kata ini untuk menggambarkan suatu wilayah yang dianugerahi kesuburan, ketentraman, kemakmuran, dan kesejahteraan. Akan tetapi sebenarnya kalimat ini memiliki makna yang sangat relevan dengan Desa Wirausaha. Berikut ini adalah kalimat yang lengkap dari falsafah jawa tersebut,

 “Gemah Ripah Loh Jinawi

Tata Titi Tentrem Kerta Raharja

Thukul Kang Sarwa Tinandur

Murah Kang Sarwa Tinuku”

Gemah juga bisa dimaknai kententraman hati dan pikiran, sementara Ripah bermakna kemakmuran. Keduanya merupakan tujuan dan harapan tertinggi manusia, yaitu untuk dapat hidup bahagia dan tentram pikiran serta hatinya (gemah), dalam kemakmuran atau tercukupi kebutuhan ekonominya (ripah). Dan cara terbaik untuk makmur ekonominya adalah dengan mengoptimalkan apa yang telah dihamparkan Tuhan dalam kehidupannya (loh jinawi). baik itu potensi alam, sosial, budaya, teknologi, tetangga, jaringan, teknologi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, manusia jika ingin tentram hati dan pikirannya (gemah) harus makmur ekonominya (ripah), dan sebaik-baik ripah adalah dengan loh jinawi, yaitu mengoptimalkan segala sumber daya dan potensi yang ada di sekitarnya.

Dengan demikian, sesungguhnya konsepsi gemah ripah loh jinawi ini sangat relevan dengan konsep dan mindset kewirausahaan, yaitu bagaimana memandang hal yang sama dipandang oleh orang lain, namun dengan cara pandang yang berbeda. Sikap dan kemampuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya yang dihamparkan di sekitarnya, dan juga kemampuan untuk mengoptimalkan potensi tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang membawa manfaat dan kemakmuran.

Sementara itu, makna untuk baris kedua, yaitu Tata Titi Tentrem Kerta Raharja, bahwa untuk mewujudkan ketentraman dibutuhkan tatakelola secara terencana, teliti, dan terukur (tata titi, titis, tatag, tutug). Disinilah desa harus memiliki perencanaan yang baik dalam tujuan untuk mewujudkan ketentraman dan kemakmuran warganya, sehingga terwujudlah masyarakat yang sejahtera dan Sentosa (kerta raharja), baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Tata kelola atau manajemen yang baik dalam pengembangan ekonomi desa diukur dengan pekerjaan tersebut perlu dilaksanakan melalui perencanaan yang detail dan teliti (titi), tepat sasaran sesuai potensi, masalah, dan kebutuhan (titis), dikerjakan dengan sungguh-sunguh (tatag), konsisten sampai tuntas dan berkelanjutan (tutug).

Ukuran manajemen atau tata kelola yang baik (tata titi) dalam konteks desa wirausaha adalah adanya pemetaan potensi, masalah, dan kebutuhan pengembangan wirausaha desa dalam pendekatan mata rantai (value chain) atau dari hulu ke hilir. Hal ini digambarkan dalam kalimat baris ketiga dan keempat, yaitu thukul kang sarwa tinandur (arti : budidaya yang berhasil) sebagai gambaran tersedianya sumber daya baik pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, dan lainnya yang menjadi bahan baku dalam aktivitas ekonomi produktif.  Ini ukuran atau gambaran ideal untuk fase hulu dalam konsep rantai nilai. Sementara untuk gambaran ideal hilir disampaikan dalam kalimat baris yang keempat, yaitu murah kang sarwo tinuku (arti: harga yang terjangkau oleh pembeli) sebagai gambaran aktivitas ekonomi produktif yang kreatif, efektif, dan efisien sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan kemampuan pasar (tinuku = terbeli).

Dengan demikian, berdasar penjelasan konsepsi dan filosofi di atas, yang dimaksud dengan Desa Wirausaha (Desa Preneur) Geriloji adalah desa atau kalurahan yang memiliki kemampuan mengelola potensi dan peluang yang dimilikinya dengan kreatif dan efektif untuk meningkatkan kemakmuran dan ketentraman warganya melalui penumbuhan dan penguatan usaha ekonomi produktif unggulan dalam ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif berbasiskan pada penguatan rantai nilai.

One thought on “GERILOJI SEBAGAI KONSEPSI DESA WIRAUSAHA”

Leave a Reply

Your email address will not be published.