PT Sekolah Ekonomi Desa didirikan oleh Cahyadi Joko Sukmono pada tahun 2014 di Yogyakarta yang memiliki tujuan menjadi lembaga yang menghimpun tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu dan bidang dalam mendampingi pengembangan ekonomi desa berbasis pendekatan wirausaha desa.

Dalam pendampingan dan kemitraan pengembangan ekonomi desa, selama ini Sekolah Ekonomi Desa memiliki 3 tahap yang menjadi rujukan dalam program dan kegiatan yang sudah berjalan. Ketiga tahapan tersebut adalah

1. DESATORIUM
Menjadikan desa dampingan sebagai laboratorium pengembangan ekonomi desa dengan target sebuah desa memiliki peta potensi ekonomi desa

2. DESA MITRA
Mendorong desa yang telah memiliki peta potensi ekonomi desa untuk membangun kapasitas yang dibutuhkan serta memiliki rencana induk (master plan) pengembangan ekonomi desa berkelanjutan.

3. SEKOLAH EKONOMI DESA
Mendorong desa membangun kompetensi yang dilengkapi dengan sistem dan infrastruktur sebagai tempat pembelajaran praktis bagi desa yang lain

Salah satu rahasia mengembangkan ekonomi desa adalah berbasis pada potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri. Termasuk yang satu ini, adalah Seni Tari Angguk yang ada di Masyarakat Jatirejo kec. Lendah kab. Kulon Progo menjadi salah satu ritual resmi penyambutan tamu ke desa.

Sekolah Ekonomi Desa PUPUK selalu mengajak desa untuk melihat dan memetakan potensi yang dimiliki. Dari potensi inilah desa akan mempunyai basis data dan rencana pengembangan ke depannya.

Beberapa desa berikut merupakan desa yang telah didampingi oleh Sekolah Ekonomi Desa

  1. Desa Murtigading, Sanden, Bantul, DIY
  2. Wisata Desa Geopark Watupayung, Desa Girisuko, Panggang, Gunung Kidul, DIY
  3. Wisata Desa Watupayung, Desa Baru, Muara Sebo, Muara Jambi, Jambi
  4. Desa Karangsari, Pengasih, Kulonprogo, DIY
  5. Desa Rantau Kermas, Merangin, Jambi

#sekolahekonomidesa #sed #bumdes #bumdesa #wisatadesa #ekonomidesa

Leave a Reply

Your email address will not be published.